Sumber: kompas.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Senin (22/11) melemah 0.01 persen ke posisi Rp 14.094 per dolar AS.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, negosiasi dagang antara AS dan China masih menjadi pemicu pelemahan rupiah. Para pelaku pasar khawatir karena negosiasi antara kedua negara tersebut masih belum jelas.

“Pasar masih mengkhawatirkan hasil dari negosiasi dan mempertanyakan kapan perjanjian akan ditandatangani,” Kata Ariston, Senin (25/11).

Baca: Rupiah Bergerak Stagnan di Posisi Rp 14.091 per Dolar AS

Meskipun begitu, pasar masih berpikir positif terhadap jalannya negosiasi dagang antara AS dan China. Sebab, pejabat dari kedua pihak menunjukkan komitmen bahwa perjanjian dagang akan ditandatangani.

“Pejabat dari kedua negara memberikan sinyal dan komitmen bahwa perjanjian fase 1 akan segera ditandatangani,” ujarnya.

Dia menuturkan, hal tersebut memberikan sentimen positif bagi aset berisiko termasuk rupiah. Untuk itu, rupiah masih berpeluang untuk mengalami penguatan.

Sementara itu, Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai, pergerakan rupiah pada hari ini berpotensi datar. Hal itu disebabkan oleh sentimen eksternal yang masih negatif.

“Di tengah meningkatnya ketegangan dagang AS-Tiongkok ketika AS mempertimbangkan untuk mendukung Hong Kong dan juga mempertimbangkan untuk menyelidiki kembali perdagangan Uni Eropa, rupiah cenderung bergerak datar,” kata dia.

Dia memprediksi, rupiah pada hari ini akan bergerak di kisaran Rp 14.050 per dolar AS hingga Rp 14.125 per dolar AS.

Pada pagi hari ini, mayoritas mata uang utama Asia melemah terhadap dolar AS. Yen Jepang melemah  0,11 persen, ringgit Malaysia melemah 0,10 persen, lira Turki 0,07 persen, Hong Kong 0,03 persen, dan dolar Singapura 0,01 persen.

Sedangkan mata uang Asia yang mengalami penguatan adalah won Korea sebesar 0,26 persen dan baht Thailand sebesar 0,07 persen. (sh/kompas/cnnindonesia)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*