Sumber: market.bisnis.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan akhir pekan Jumat (22/11) berada di posisi Rp 14.091. Rupiah bergerak stagnan atau sama seperti perdagangan sebelumnya.

Pada pembukaan perdagangan, rupiah sudah melemah ke posisi Rp 14.100 per dolar AS. Kemudian, rupiah bergerak di kisaran Rp 14.090 per dolar sampai Rp 14.105 per dolar AS.

Analis Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto menilai, pergerakan rupiah pada akhir pekan dipengaruhi oleh kebijakan Bank Indonesia (BI) yang menahan suku bunga acuan di angka 5 persen.

Baca: Rupiah Melemah ke Posisi Rp 14.088 per dolar AS

“Mungkin ada juga efek dari bank sentral menahan suku bunga acuannya. Tapi kami menilai keputusan BI sudah tepat,” kata Rully.

Selain itu, pergerakan rupiah dipengaruhi oleh sentimen perang dagang. Saat ini pasar masih khawatir terhadap proses negosiasi perang dagang antara AS dan China. Presiden China XI Jinping menyampaikan sebenarnya pihaknya ingin menghindari perang dagang. Akan tetapi, jika diperlukan, dia akan melawan.

“Selain suku bunga acuan BI, sentimen bagi rupiah hari ini masih terkait trade war,” ujar Rully.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, ada gestur positif dari China. Dia menyebutkan, China akan mengundang perwakilan AS untuk datang ke China sebelum hari libur Thanksgiving untuk membicarakan lebih dalam terkait negosiasi dagang.

Sementara AS, kata dia, telah memberi sinyal tidak akan menerapkan kenaikan tarif impor barang Chian pada tanggal 15 Desember. (sh/cnnindonesia/tempo)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*