Sumber: cnbcindonesia.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan pasar spot hari ini, Kamis (25/7) menguat ke posisi Rp 13.985 per dolar AS. Rupiah menguat sebesar 0,04 persen dibandingkan penutupan perdagangan kemarin.

Pada hari ini, rupiah berpotensi untuk terus menguat setelah tiga hari berturut-turut mengalami pelemahan. Pelaku pasar kini kembali memburu mata uang garuda.

Baca: Hari Ini, Kurs Rupiah Terlemah di Asia

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim menilai, menguatnya rupiah disebabkan oleh optimisme pelaku pasar bahwa bank sentral akan mengambil kebijakan dovish dengan menurunkan suku Bungan acuan.

Menurut Ibrahim, pelaku pasar memprediksi zona Eropa akan menurunkan bunga acuannya sebesar 10 basis poin pada September. Mereka menunggu petunjuk seputar arah kebijakan bank sentral Eropa.

“Bagaimana bank sentral Eropa melihat prospek perekonomian Eropa ke depan? Apakah program pembelian surat-surat berharga akan kembali dilakukan?,” kata dia, Kamis (25/7).

Sentimen lain yang memicu penguatan rupiah adalah perundingan dagang antara AS dan China. Delegasi dari AS aka datang ke China minggu depan untuk melakukan negosiasi dagang. (sh/cnbcindonesia/cnnindonesia)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*