Sumber: Presstv

Tehran,LiputanIslam.com—Sejak September lalu, Amerika mulai memberlakukan sanksi maksimum terhadap Iran, sebagai bagian dari rencana menjatuhkan ekspor minyak Republik Islam hingga mencapai nol persen.

Namun, Wakil Presiden Iran, Es’haq Jahangiri, justru mengatakan bahwa kebijakan Amerika itu telah gagal, sebab sampai saat ini Iran masih tetap melakukan aktivitas ekspor minyak ke pasar global.

“Meskipun Amerika menekan dan menjatuhkan sanksinya terhadap aktivitas ekspor minyak kami, kami masih tetap bisa menjual minyak dengan cara lain, bahkan di saat negara-negara sahabat berhenti membeli minyak kami karena takut dengan sanksi Amerika,” ucap Jahangiri pada Minggu (1/12).

Agen pelacak kapal angkatan laut, Tankertrackers.com, mengakui klaim Jahangiri dan mengatakan bahwa ucapan itu bukanlah sekadar omong kosong.

Baca: Mantan Pejabat AS Sebut CIA Bermain Dibalik Kerusuhan Iran

Sebagian analis mengandalkan perusahaan pelacak teknologi satelit untuk mengintai aktivitas tanker Iran. Bahkan, menurut publikasi bisnis yang berbasis di Berlin, IntelliNews, menyebut Iran telah memindahkan aktivitas ekspor minyaknya ke pasar gelap untuk menghindari sanksi AS.

“Akhir-akhir ini, Iran telah menjadikan Cina dan Suriah sebagai tujuan utama penjualan minyak mentah. Selain itu, keberadaan produk olahan minyak Iran pun tidak bisa dilacak melalui pusat perdagangan,” ucap Samir Madani, CEO Tankertrackers, melalui publikasinya.

Menurutnya, saat ini Iran mampu mengekspor minyak tanpa sepengetahuan Amerika sebanyak 700.000 barel perhari. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*