Dr. Paul Craig Robert. Sumber: Tasnim

Washington,LiputanIslam.com—Dr. Paul Craig Robert, mantan asisten sekretaris bendahara Amerika di bawah Presiden Ronald Reagan pada 1981, mengatakan bahwa Agen Intelijen Pusat (CIA) AS telah mendesain aksi pemberontakan yang baru-baru ini terjadi di Iran.

“Para pemberontak itu diatur oleh CIA, seperti juga terjadi di Ukraina, Hong Kong, Georgia, dan “Arab Spring”. Ucapnya kepada Tasnim.

Aksi demonstrasi di Iran mendapat dukungan penuh dari Amerika. Perwakilan khusus Amerika untuk Iran, Brian Hook, juga sempat mengatakan bahwa aksi protes melawan kenaikan harga minyak sangat disambut baik oleh AS. Bahkan, Presiden amerika, Donald Trump, dan Sekretaris Negara Mike Pompeo juga turut menyatakan hal serupa.

Menurutnya, Amerika juga bersekutu dengan beberapa negara Arab untuk melumpuhkan Iran. Para petugas keamanan di Iran telah menemukan bukti adanya intervensi asing dalam aksi tersebut. Bahman Reyhani, seorang komandan militer di Kermanshah mengatakan, “Para pemberontak adalah orang-orang yang tergabung dengan kelompok-kelompok anti-revolusioner dan intelijen Amerika.”

Pada Rabu lalu, direktur jenderal anti mata-mata departemen Kementerian Intelijen Iran mengaku telah menangkap sejumlah agen asing yang bertugas mengumpulkan informasi terkait pemberontakan. “Para agen itu telah dilatih dan didanai oleh CIA di berbagai negara untuk mengumpulkan informasi,” ucap pejabat itu.

Baca: Penjualan Minyak Iran Tetap Berlanjut Meski Ditekan Sanksi AS

Pemberontakan di Iran terjadi usai pemerintah mengurangi subsidi bahan bakar yang menyebabkan naiknya harga minyak di pasar Iran. Pengumuman ini disambut dengan aksi demonstrasi di beberapa kota di Iran, dan berujung pada kerusuhan. Aparat keamanan telah menangkap puluhan orang yang diduga mempelopori aksi rusuh dalam bentuk pembakaran dan perusakan fasilitas umum. (fd/Tasnim)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*