Sumber: Irish Times

Ankara, LiputanIslam. Com—Meski genjatan senjata selama 120 jam antara Turki dan milisi Kurdi telah disepakati,  aksi saling serang di lapangan masih tetap berlangsung. Pemerintah Turki menuduh gerilyawan Kurdi melanggar gencatan senjata sementara di Suriah utara.

Wartawan Reuters mengatakan pada Sabtu (19/10) kemarin bahwa suara ledakan bom di dekat kota perbatasan Ras al Ayn di Suriah telah surut dan hanya ada beberapa kendaraan militer Turki yang melintasi perbatasan.

Namun, Kementerian Pertahanan Turki mengatakan militan Kurdi telah melanggar kesepakatan gencatan senjata selama beberapa jam terakhir menggunakan berbagai persenjataan ringan dan berat termasuk roket.

“Angkatan bersenjata Turki sepenuhnya mematuhi perjanjian,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan. “Meskipun demikian, teroris … melakukan total 14 serangan dalam 36 jam terakhir.”

Dikatakan 12 serangan berasal dari Ras al-Ayn, satu dari kota Tell Abyad di Provinsi Raqqah, dan satu lagi dari kota Tell Tamr di Hasakah.

Turki mengaku telah berkoordinasi dengan AS untuk tetap mengamankan perjanjian dan tenang kecuali untuk pertahanan diri.

Baca: Jika Tak Segera Mundur, Erdogan Ancam Bantai Pasukan Kurdi

Pada Jumat lalu, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan serangan udara Turki menewaskan sedikitnya lima warga sipil. sementara itu,  bentrokan masih terus berlanjut meskipun gencatan senjata antara kedua pihak telah disepakati.

Mustafa Bali, juru bicara militan SDF (Kurdi), men-tweet bahwa “meskipun ada kesepakatan untuk menghentikan pertempuran, serangan udara dan artileri terus menargetkan posisi pejuang Kurdi, pemukiman sipil dan rumah sakit di Serekaniye / Ras al-Ayn.”

“Turki melanggar perjanjian gencatan senjata dengan terus menyerang kota sejak semalam,” katanya.

Erdogan membantah klaim itu dan menyebutnya salah informasi. (Fd/ Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*