Sumber: wartaekonomi.co.id

Purwerjo, LiputanIslam.com— Harga cabai di Purworejo, Jawa Tengah melambung tinggi hingga Rp 70.000 per kilogram (kg). Tingginya harga cabai dipicu oleh kurangnya pasokan dari petani.

Salah satu pedagang di pasar tradisional Kemiri, Kecamatan Kemiri, Purworejo, Tentrem (50) mengatakan, kenaikan tertinggi dialami oleh cabai rawit dari sebelumnya Rp 20.000 per kg hingga Rp 70.000 per kg.

Baca: Indef Prediksi Harga Cabai Tetap Tinggi Jelang Idul Adha

“Iya, sekarang mahal. Cabai rawit ini saya jual Rp 70.000 padahal sebelumnya Rp 20.000 per kilo. Kalau yang merah biasa Rp 55.000 sebelumnya Rp 25.000, yang cabai hijau besar Rp 20.000 sebelumnya cuma Rp 12.000, yang cabai merah keriting juga naik jadi Rp 60.000,” Kata dia, Senin (22/7).

Pedagang lainnya, Ponisih menuturkan, kenaikan harga cabai disebabkan oleh pasokan dari petani yang berkurang.

“Biasanya kan dari daerah Ketawang lokalan sini cabainya, ini sekarang pasokannya sedikit sekali bahkan sudah jarang, terus ambil dari Wonosobo juga sama, sedikit yang panen
makanya jadi mahal,” tuturnya.

Sementara itu, beberapa daerah mengalami kekeringan sehingga petani gagal panen. Salah satunya terjadi di Kabupaten Mojokerto.

Petani cabai di Desa Pucuk, Sugeng menyampaikan, lahan miliknya kekurangan air sehingga tanaman cabai mengering sebelum sempat dipanen.

“Biasanya lahan saya 300 meter persegi kalau panen menghasilkan puluhan kilogram cabai. Ini karena kering tak bisa dipanen,” ujarnya.

Sunardi (46), petani cabai rawit di Desa Pucuk, mengaku mengalami kerugian hingga Rp 4 juta di setiap lahan miliknya akibat gagal panen.

“Mau bagaimana lagi, kami tak bisa berbuat apa-apa. Karena tanaman cabai sangat membutuhkan air untuk tetap bertahan hidup,” kata dia. (sh/cnbcindonesia/detik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*