Sumber: tribunnews.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Rusli Abdullah memprediksi harga cabai masih tetap tinggi menjelang idul adha.

“Menjelang Idul Adha, tidak meningkat harganya, namun tingkat harga belum normal alias masih tinggi,” kata Rusli, Minggu (21/7).

Baca: Harga Meroket, Mentan: Produksi Cabai Masih Stabil

Menurut Rusli, tingginya harga cabai merupakan akibat dari sejumlah masalah yang ada dalam proses produksi dan distribusi.

Dia menjelaskan, produksi cabai menurun karena beberapa daerah sentra produksi cabai mengalami hujan dengan curah yang tinggi. Selain itu, proses distribusi dinilai sangat panjang sehingga membuat cabai busuk.

Dia menilai, pemerintah harus memastikan pasokan cabai aman untuk mengantisipasi kenaikan harga cabai. Selain itu, satgas pangan juga harus bergerak untuk mengurangi spekulan.

Senada dengan hal ini, para pedagang cabai di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, memperkirakan tingginya harga cabai akan berlangsung hingga Idul Adha nanti.

Salah satu pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Sartini, mengatakan, harga cabai baru akan turun setelah Idul Adha.

“Nanti turun habis Idul Adha, soalnya ini kemarau panjang biasanya kemarau selesai kan habis Idul Adha. Ini sudah sebulanan naik terus naik,” kata dia.

Harga cabai merah di Pasar Induk Kramat Jati saat ini mencapai Rp 65 ribu per kilogram (kg). sebelumnya harga cabai masih di angka Rp 55 ribu per kg. (sh/republika/tribunnews)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*