Sumber: Reuters

Tehran,LiputanIslam.com—Seorang pakar Timur Tengah, Dr. Alam Saleh, menjelaskan maksud dibalik rencana baru Iran untuk membentuk barisan keamanan di kawasan  yang dikenal sebagai “Koalisi Harapan” dan “Inisiatif Perdamaian Selat Hormuz”.

Presiden Iran, Hassan Rouhani, rencananya akan menyampaikan rencana tersebut pada Sidang Umum PBB yang berlangsung minggu ini.

“Keamanan Teluk Persia, Selat Hormuz, dan Laut Oman adalah masalah regional. Pasukan asing hanya akan menyebabkan masalah dan ketidakamanan bagi bangsa dan wilayah kita,” ucap Presiden Rouhani saat menghadiri parade militer, peringatan dimulainya perang Irak-Iran.

Presiden Rouhani mengusulkan dibentuknya koalisi negara-negara kawasan untuk mengontrol Teluk Persia dan Selat Hormuz, sebagai respon terhadap koalisi bentukan AS di kawasan.

Menlu Iran, M. Javad Zarif, menyampaikan pada Senin (23/9), usulan koalisi ini nantinya akan melibatkan Iran, Irak, Arab Saudi, bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar, Oman, Kuwait, dan kemungkinan Yaman.

Baca: Zarif, Rouhani Siap Bertemu Trump dengan Syarat

Dr. Alam Saleh, seorang dosen politik Timur Tengah di Universitas Lancaster, menilai seruan Iran untuk menyatukan kekuatan negara-negara teluk berarti Iran tak lagi menganggap Arab Saudi sebagai rivalnya.

“Iran kini telah menganggap satu-satunya rival di Timur Tengah hanyalah Amerika,” ucap pakar tersebut. “Menawarkan ide koalisi di Teluk Persia adalah upaya Iran untuk mengasingkan AS dari sekutu-sekutu regionalnya.”

Insiden Aramco yang terjadi beberapa hari lalu telah membuat ketegangan antara AS-Iran semakin menguat. Apalagi AS menuduh Iran sebagai dalang dibalik insiden tersebut. Iran telah menolak tuduhan tak berdasar yang dilayangkan AS, dan mengaku siap menghadapi kemungkinan agresi militer AS di wilayah Iran.(fd/Sputnik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*