Sumber: fajar.co.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj menyampaikan pesan khusus kepada media NU Online yang telah memasuki Hari Lahir (Harlah) ke-16 tahun. Menurutnya, NU Online harus terus berpegang teguh dan menebarkan prinsip Ahlussunnah wal Jamaah, yakni Islam yang moderat dan toleran. Sebab, dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 143 Allah menghendaki Islam moderat.

“Kapan pun, dalam kondisi apa pun, kita tetap memberikan, menyampaikan Islam tasamuh, Islam tawasuth (moderat). Islam wasathiyah itulah yang namanya Islam kaffah,” ucapnya di kantor PBNU Jakarta, pada Rabu (10/7).

Menurutnya, ulama-ulama terdahulu telah membangun Islam moderat. Diantaranya Pendiri NU Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari (Mbah Hasyim) yang mendamaikan hubungan antara agama dan negara (politik kebangsaan) dengan jargonnya ‘hubbul wathan minal iman’ (nasionalisme bagian dari iman).

“Jargon ini merupakan ijtihad politik Mbah Hasyim. Ijtihad itu menjadi andil besarnya bagi umat Islam di Indonesia. Agama dan negara merupakan dua hal yang saling menguatkan. Islam kuat dengan semangat nasionalisme dan nasionalisme menjadi religius karena diisi dengan spirit Islam,” ungkapnya.

Baca: Ketua PBNU Ajak Para Dai Moderat Berani Muncul di Medsos

“Islam moderat jauh dari radikalisme dan jauh dari liberalisme. Tetap menjaga prinsip wasatiyah, modern, moderat, tidak radikal, dan tidak liberal. Tetap berjalan di atas ruhul Islam, tapi dinamis, progresif, dan selalu memberikan andil besar, sumbangan terhadap pembangunan kemajuan masyarakat Islam,” tambah Kiai Said. (aw/NU/menitpertama).

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*