Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Marsudi Syuhud mengajak para dai dan imam yang moderat untuk berani muncul di media sosial (medsos). Peran para dai moderat dinilai penting guna mengimbangi para ustad jadi-jadian di medsos yang kerap kali provokatif, menjelekan, dan menyebar hoaks.

“Setelah pulang harus langsung terjun ke masyarakat. Ilmu kalian sudah lebih dari cukup. Ngaji bisa, berceramah bisa, tinggal yang kurang keberanian,” tegasnya saat memberikan pembekalan kepada para peserta Tadribud Duat wal Aimmat utusan PBNU di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, seperti dilansir NU Online Jakarta, pada Kamis (16/5).

Menurutnya, kemunculan ustadz jadi-jadian di media sosial yang tidak memiliki latar belakang keilmuan agama memadai ini, membuat masyarakat menjadi bingung dalam menentukan pilihan belajar agama. Bahkan tidak sedikit juga masyarakat yang terpengaruh olehnya.

Sebab itu, Kiai Marsudi mendorong para dai moderat untuk berani terjun di medsos. Apalagi dari sisi keilmuan dan latar belakang pendidikan, para dai moderat tidak diragukan lagi. “Kalian sudah mondok dari kecil. Alfiyah hafal semuanya. Sudah melalui proses yang panjang. Tapi mereka (ustadz dadakan) memang punya keberanian. Meskipun lalaran tasrif saja tidak bisa, tetapi mereka berani untuk tampil di sosial media,” ucapnya.

Baca: Abdul Mu’ti: Kelompok Moderat Jangan Diam

“Saya minta setelah pulang ke tanah air harus langsung bisa memberikan penjelasan keagamaan yang konkrit yang dibutuhkan masyarakat dengan meng-counter pemahaman keagamaan yang dilemparkan oleh ustadz-ustadz yang tidak memiliki ilmu agama tapi berani berceramah,” tambahnya.

Sementara Ketua Rombongan KH Muhammad Nur Hayid menegaskan kesiapan pihaknya untuk menyiapkan diri. “Insyaallah kami akan segera tindaklanjuti. Setelah pulang ke tanah air kami segera melakukan konsolidasi dengan pesantren-pesantren, masjid-masjid yang selama ini kami bina. Selain itu kami akan menggelar berbagai macam training, pelatihan sesuai materi yang didapat di kampus Al Azhar,” katanya. (aw/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*