Bangka, LiputanIslam.com–Ketua MUI Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Syaiful Zohri menilai, sosok BJ Habibie semasa hidupnya berhasil menerapkan konsep tawazun dalam hidupnya yang tidak semua orang bisa menerapkannya.

“Tidak semua orang mempunyai kemampuan menerapkan konsep dalam satu bingkai tawazun  namun sosok seorang BJ Habibie berhasil melakukan dalam kehidupannya,” kata Syaiful Zohri di Sungailiat, Kamis (12/9).

Tawazun berarti keseimbangan. Habibie berhasil menyeimbangkan antara ilmu pengetahuan alam atau teknologi dengan ilmu agama atau sering disebut dunia-akhirat.

“Ada suatu pemikiran yang luar biasa dari sosok seorang BJ Habibie yang barangkali bisa menjadi contoh bagi anak negeri yaitu, ‘Otak boleh Jerman, tapi hati tetap Mekkah’,” tambahnya.

Dia mengajak seluruh umat Islam di daerahnya khususnya dan di seluruh Indonesia umumnya untuk mendoakan kepulangan BJ Habibie menghadap Yang Maha Pencipta, semoga amal ibadahnya di terima dan dosa-dosa beliau di ampuni Allah SWT.

Sementara, Wakil Sekertaris Dewan Syuro DPP PKB KH. Maman Imanulhaq mengatakan Presiden ketiga Indonesia BJ Habibie merupakan tokoh idola yang inspiratif bagi kalangan santri, beliau teknokrat yang romantis dan religius.

“Waktu saya mondok di Jombang, Jawa Timur, ada slogan santri ‘Berhati Mekah, Berotak Habibie’. Kita kehilangan tokoh bangsa yang jadi idola para santri. Tugas kita mencetak santri seperti Pak Habibie,” kata Kang Maman sapaan akrab Maman Imanulhaq di Majalengka, Kamis (12/9).

Baca juga: Habibie adalah Teladan Bagi Generasi Penerus

Menurut Kang Maman yang merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan Jatiwangi, Majalengka BJ Habibie dikenal sosok religius yang taat beribadah termasuk rajin berpuasa.

“Agama bagi Habibie bukan hanya baju atau identitas tapi perilaku, tindakan dan akhlak atau teladan,” ujarnya. (Ay/Antara)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*