Sumber: kemenag.go.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Kementerian Agama (Kemenag) mengharapkan Program Moderasi Beragama  masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024. Sekjen Kemenag, M Nur Kholis Setiawan menilai bahwa Program Moderasi Beragama penting dimasukan guna menangkal berkembangnya paham radikalisme.

Demikian hal itu disampaikan Nur Kholis pada Focus Group Discussion (FGD) Pemantapan Moderasi Beragama dalam Rancangan Teknokratik RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) Tahun 2020-2024 di Jakarta, pada Jumat (31/5).

“Pertemuan pagi ini harus bisa merancang bagaimana agar moderasi bisa masuk rancangan RPJMN 2020-2024,” ucapnya.

Baca: Sekjen Kemenag Ajak ASN Perkuat Moderasi Beragama

Nur menjelaskan, moderasi beragama yang dimaksud adalah paham keagamaan yang berada di tengah-tengah (wasathiyah), tidak ekstrem kanan maupun kiri. Pemahaman ini penting karena akan berdampak pada prilaku beragama. Begitu juga soal penanganan radikalisme tidak hanya menjadi tanggung jawab Kemenag, tapi lintas sektoral dan kementerian.

“Tugas kita merumuskan apakah yang dimaksud prilaku yang moderat, indikator dan ciri-cirinya, sehingga bisa dipahami oleh para pihak yang akan terlibat. Kita bisa berbagi tugas lintas instansi dan bahkan masyarakat,” ungkapnya. (aw/Kemenag).

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*