Sumber: Presstv

Tehran,LiputanIslam.com—Seorang eksporter di perusahaan ekspor aspal yang berbasis di Iran mengaku aktivitas ekspor tetap berlangsung selama satu setengah tahun terakhir meski ada sanksi dari Amerika ke Iran.

CEO Perusahaan Pengilangan Minyak Jey, Majid A’zami, mengatakan pada Sabtu (9/11) kemarin bahwa mereka telah mengekspor aspal senilai $650 juta sejak Maret 2018 lalu. Sekitar 572.000 ton aspal telah diekspor ke 19 negara.

Ia menyebut, aktivitas ekspor tetap berlanjut meskipun diterpa berbagai masalah termasuk sanksi AS terhadap sektor perminyakan Iran dan berbagai serangan terhadap tanker-tanker di perairan internasional yang berdampak pada suplai barang ke pelabuhan.

Produksi aspal oleh perusahaan minyak Jey adalah salah satu dari 10 pembuat aspal garda depan di seluruh dunia. Perusahaan aspal terbesar di Timur Tengah ini memusatkan aktivitasnya di Kota Isfahan, Iran.

Baca: Iran Siap Bantu Negara-negara Arab Teluk Persia di Bidang Energi Nuklir

Saat ini, perusahaan Jey tengah membangun fasilitas baru di dekat Bandar Abbas, yang terletak di Teluk Persia, tempat penampungan dan fasilitas ekspor berada.

Menurut Azami, pembuatan fasilitas baru ini akan membuka lebih dari 300 lapangan kerja. Ia menyebut, proses peresmian hanya tinggal menunggu setifikat dari departemen pemerintah daerah. (fd/Prestv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*