Sumber: harnas.co

Bali, LiputanIslam.com— Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo menyebutkan angka pengangguran di desa turun menjadi 3,72 persen di 2018. Angka tersebut turun sebesar 1,21 persen dibandingkan pada 2015 di angka 4,93 persen.

“Angka pengangguran di desa pada tahun 2018 sebesar 3,72 persen. Angka ini lebih kecil dari angka pengangguran di kota yang mencapai 6,34 persen,” kata Eko di Bali, Rabu (21/8).

Baca: SMK Jadi Penyumbang Pengangguran Terbesar di Jabar

Eko menyampaikan, pengangguran di kota juga mengalami penurunan, tapi masih lebih besar dari angka pengangguran di desa.

Selain itu, pendapatan per kapita masyarakat desa juga mengalami peningkatan dari Rp 550 ribu pada 2014 menjadi Rp 804.011 pada 2018. Pada periode tersebut, rata-rata peningkatan pendapatan warga desa sebesar 6,13 persen.

Dia menilai, penurunan angka pengangguran dan peningkatan pendapatan masyarakat di desa merupakan dampak dari upaya pemerintah dalam mengawasi dana desa.

“Dana desa membantu menaikkan income (pendapatan) per kapita di perdesaan,” ucapnya.

Dia berharap, Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) 2019 bisa menghasilkan ide-ide cemerlang yang bisa membantu mengurangi kemiskinan di Indonesia.

“Semoga bisa melahirkan pemikiran yang membuat legacy untuk mengurangi kemiskinan dan kesenjangan di Indonesia,” ujarnya. (sh/detik/republika)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*