Sumber: sindonews.com

Yogyakarta, LiputanIslam.com– Sekolah Kesatuan Bangsa Yogyakarta menggelar Festival Lima Bahasa Satu Hati yang berlangsung pada 25-26 Oktober 2019 lalu. Perwakilan Sekolah Kesatuan Bangsa, Kursad Duvarci mengatakan bahwa festival itu digelar sebagai salah satu upaya dalam menanamkan rasa cinta dan kepedulian anak-anak kepada budaya lokal dan nilai-nilai luhur bangsanya sendiri.

“Kecintaan kepada budaya dan adat istiadat lokal perlu dilakukan sejak dini. Kemudian juga upaya memupuk kesadaran kebhinnekaan di dalam sekolah penting dilakukan. Tujuannya agar anak didik bertumbuh kembang dengan memiliki jiwa dan rasa toleransi yang tinggi,” katanya di Yogyakarta pada Jumat (1/11).

Melalui festival, peserta didik diharapkan dapat memiliki rasa kepedulian atas budayanya sendiri, serta di sisi lain menghargai keanekaragaman budaya, suku dan bangsa. Termasuk juga mampu tumbuh dan beradaptasi dengan lingkungan yang terdiri dari beragam latar belakang sosial.

“Juga mengenalkan budaya tradisional baik di Indonesia maupun di mancanegara,” ujarnya.

Baca: Perkuat Moderasi Agama, Kemenag Gelar Festival Seni Budaya

Dalam Festival Lima Bahasa Satu Hati juga menampilkan tari tradisional dari berbagai wilayah Indonesia. Seperti dari pulau Kalimantan, tari Saman dari Aceh, tari Folklor dari Turki dan lainnya. (aw/jawapos/indopos).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*