Sumber: Presstv

Sana’a,LiputanIslam.com—Sebuah Proyek Data yang berbasis di Amerika (ACLED) melaporkan angka kematian akibat agresi militer Arab Saudi di Yaman telah melebihi 100.000 jiwa. Berdasarkan laporannya yang dipublikasikan pada Kamis (31/10) kemarin, 12.000 di antaranya adalah korban serangan langsung.

Tahun ini saja, korban jiwa di Yaman telah mencapai angka 20.000 orang. Sebuah organisasi non-pemerintah menyebutkan, April adalah bulan dengan korban agresi terbanyak berjumlah 2.500. Jumlah itu diikuti oleh korban terbesar kedua pada September yang mencapai 1.700.

“Kuarter ketiga tahun 2019 menghimpun jumlah korban terendah sejak akhir 2017, tapi jumlah korban sipil justru mengalami peningkatan dari kuarter sebelumnya di tahun yang sama,” jelas ACLED.

Provinsi Ta’izz, Hudaydah, dan Jawf adalah provinsi korban terbesar dengan jumlah lebih dari 10.000 untuk setiap provinsinya terhitung sejak 2015.

ACLED menyebut koalisi pimpinan Arab Saudi dan sekutu-sekutunya adalah aktor yang bertanggung jawab atas terbunuhnya lebih dari 8.000 korban sipil selama lebih dari empat setengah tahun.

Data ACLED diambil dari korban serangan udara, pengeboman, pertempuran antara berbagai pasukan yang mengebom dan menekan para demonstran. Meski begitu, jumlah ini belum termasuk para korban yang meninggal akibat krisis kemanusiaan karena perang, khususnya kelaparan.

Baca: Koalisi Pimpinan Saudi Akui Jatuhnya Korban Sipil Baru Akibat Serangannya di Yaman

Arab Saudi dan sejumlah sekutu regionalnya telah melancarkan agresmi mematikan ke Yaman sejak Maret 2015 untuk mendapuk kembali Abd Rabbuh Mansur Hadi sebagai penguasa dan menghancurkan kelompok Houthi-Yaman. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*