Riyadh, LiputanIslam.com –  Pasukan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi, Kamis (6/9/2018), mengakui adanya “kerugian sampingan dan korban jiwa warga sipil” dalam operasi militernya di bagian barat Yaman pada 23 Agustus lalu.

Sebelumnya Wakil Sekjen PBB urusan kemanusiaan, Mark Lowcock, menyatakan bahwa sedikitnya 26 anak kecil dan 4 orang perempuan terbunuh terkena dua serangan udara pasukan koalisi Arab pada Kamis kemarin. Karena itu dia menyerukan penyelidikan independen atas serangan-serangan yang menyasar warga sipil Yaman.

Jubir koalisi Arab, Turki al-Miliki, dalam sebuah statemennya mengakui “terjadinya kerugian sampingan dan korban jiwa sipil dalam serangan terhadap anasir milisi teroris Houthi (Ansarullah) yang berafiliasi dengan Iran di kawasan al-Duraihimi, provinsi Hudaydah.”

Pasukan koalisi juga pernah mengakui terjadi “kesalahan” dalam serangan udara yang menerjang sebuah bus sekolah di kota Dahyan, Yaman utara, hingga menewaskan 51 korban sipil yang 40 di antaranya adalah anak kecil, menurut catatan Komite Palang Merah Internasional.

Sementara itu, 10 lembaga swadaya masyarakat peduli kemanusiaan menyerukan kepada Presiden Perancis Emmanuel Macron agar menyampaikan kecaman tegas terhadap serangan koalisi pimpinan Saudi yang menjatuhkan banyak korban sipil di Yaman. Mereka kemudian meminta penangguhan proses penyerahan senjata Perancis kepada Saudi dan Uni Emirat Arab. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*