Sumber: Detik

Jakarta, LiputanIslam.com — Berdasarkan hasil laporan dari petugas timbang badan di Puskesmas setempat hingga Maret 2019, sebanyak 98 anak dari total 140.513 orang di Jakarta Timur berstatus gizi kurus.

Status gizi kurus dihitung berdasarkan ketidaksesuaian berat badan dengan usia penderitanya saat dilakukan timbang badan.

Penyebabnya bukan karena ketidakmampuan untuk mengakses makanan bergizi, sanitasi atau layanan kesehatan, namun lebih disebabkan gaya hidup yang tidak sehat.

Jajaran Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur sedang menjalankan rencana kerja pengentasan balita gizi kurus melalui pembinaan kepada kalangan remaja perempuan, ibu rumah tangga, hingga fase dua tahun usai melahirkan.

“Kita tarik dulu ke belakang, bagaimana menangani hidup sehat remaja putri, mempersiapkan remaja sebelum disunting sebagai istri, sampai melahirkan,” katanya.

Baca juga: KKP dan PMK Siap Bersinergi Perangi Stunting

Bahkan hingga remaja putri tersebut memiliki bayi berusia dua tahun, akan diberikan bimbingan pola gizi yang seimbang bagi anak.

Wilayah Jaktim tercatat sebagai kawasan perkotaan dengan jumlah balita stunting atau kekerdilan tertinggi di Provinsi DKI Jakarta pada 2019.

Berdasarkan data yang dirilis Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta pada Mei 2019, Senin, terdapat dua kategori balita kerdil, di antaranya sangat pendek total 15.657 anak balita dan pendek sebanyak 19.122 anak balita.

Wilayah Jakarta Timur menduduki posisi tertinggi balita kerdil dengan kategori sangat pendek 4.857 anak balita dan pendek sebanyak 5.628 anak balita. (Ay/Antara)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*