LiputanIslam.com – Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Rabu (3/7), mengatakan bahwa aliran dana kasus suap terkait pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C pada PT Garuda Indonesia cukup kompleks.

“Jadi, saya juga sudah cek ke timnya ya proses penyidikan itu masih terus berjalan dan kami melakukan penelusuran aliran dana yang cukup kompleks,” kata Febri.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan dua tersangka pada 16 Januari 2017 lalu, namun sampai saat ini KPK belum menahan keduanya. yakni mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia 2005-2014 Emirsyah Satar (ESA) dan presiden komisaris PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo (SS).

Seperti yang dikutip dari Antara, Emirsyah Satar dalam perkara ini diduga menerima suap 1,2 juta euro dan 180 ribu dolar AS atau senilai total Rp20 miliar serta dalam bentuk barang senilai 2 juta dolar AS yang tersebar di Singapura dan Indonesia dari perusahaan manufaktur terkemuka asal Inggris, Rolls Royce dalam pembelian 50 mesin pesawat Airbus SAS pada periode 2005-2014 pada PT Garuda Indonesia Tbk.

Baca juga: Polisi Surabaya Tembak Mati Pengedar Sabu-Sabu

Pemberian suap dilakukan melalui seorang perantara Soetikno Soedarjo selaku “beneficial owner” dari Connaught International Pte. Ltd yang berlokasi di Singapura.

Soektino pun menjabat sebagai presiden komisaris PT Mugi Rekso Abadi (MRA). (Ay/Antara)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*