Gaza, LiputanIslam. Com—Maher al-Taher, seorang pejabat senior di Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina (PFLP), mengatakan konferensi yang baru-baru ini digelar mengenai konflik Israel-Palestina di ibukota Bahrain, Manama, adalah bagian dari upaya AS untuk menormalkan Hubungan zionis Israel-Arab.

Seperti dilansir oleh kantor berita Tasnim pada Senin (1/7), Taher menyampaikan konferensi yang diadakan di Manama awal pekan ini adalah untuk membahas bagian rencana ekonomi “Deal of the Century” oleh Presiden Donald Trump yang mengklaim acara tersebut digelar untuk mengatasi masalah Palestina.

“Mereka (pejabat AS dan Israel) berusaha untuk menggiring opini menuju normalisasi hubungan antara negara-negara Arab dan Israel, “katanya.

“Mereka memilih Bahrain untuk menjadi tuan rumah pertemuan itu karena, menurut pendapat saya, Bahrain tidak memiliki wewenang,  sebab keputusan diambil di AS bukan di Bahrain,” Taher melanjutkan.

Kesepakatan taktik abad ini, yang digawangi oleh menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, telah ditolak oleh Palestina. Mereka menilai kebijakan Gedung Putih secara terang-terangan bias dalam mendukung Israel.

Baca: Erdogan, Mustahil Turki Menerima “Kesepakatan Abad Ini”

Palestina telah memutuskan semua kontak dengan pemerintahan Trump sejak AS secara sepihak mengakui al-Quds (Yerusalem) sebagai ibu kota Israel pada bulan Desember 2017.

Bahrain menjadi tuan rumah konferensi pada 25-26 Juni untuk mengusulkan investasi di Tepi Barat dan Jalur Gaza sebagai bagian dari rencana Trump untuk Palestina. Namun rencana itu diboikot oleh para pejabat Palestina. (Fd/Tasnim)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*