Brisbane, LiputanIslam.com — Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) merancang penerapan prinsip-prinsip tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), rendah karbon (low carbon development initiatives), dan berketahanaan iklim (climate resilience) di ibu kota baru Indonesia di Kalimantan Timur yang akan menempati lahan seluas 180.965 hektare.

Pihak KLHK pun membangun jejaring kerja sama dan kolaborasi dengan berbagai pihak, baik di dalam maupun luar negeri, termasuk Griffith University, Australia. Dari kerja sama tersebut, terbentuk Centre of Excellence for Sustainable Development for Indonesia (CESDI).

“Melalui kerja sama ini CESDI dapat menjadikan ibu kota baru di Kaltim sebagai laboratorium pembangunan berkelanjutan di tingkat tapak,” kata Agus usai penandatanganan pembaruan kerja sama antara KLHK dengan Griffith University di Brisbane, Australia, Kamis (10/10/2019) waktu setempat.

Ia menambahkan ibu kota baru ini diharapkan dapat menjadi etalase peradaban baru manusia Indonesia yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Tata nilai (values), pengetahuan, teknologi dan kelembagaan yang sesuai dengan peradaban baru metropolis tersebut menjadi persyaratan penting yang harus dibangun dan dikembangkan bersamaan dengan pembangunan berbagai sarana dan prasarana serta infrastruktur fisik perkotaan yang ramah lingkungan.

“Ibu kota baru Indonesia diharapkan dapat menjadi etalase penerapan pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim,” katanya.

Baca juga: Calon Ibu Kota Baru di Kaltim Butuh Lahan 160.182 hektare

Agus menyatakan, ibu kota baru akan menerapkan konsep forest city yang didukung dengan berbagai bentuk infrastruktur hijau berupa kawasan hutan hujan tropis, kawasan konservasi perairan peisisir dan laut serta ruang terbuka hijau lainnya beserta sumber daya alam hayati yang ada di dalamnya.

Ibu kota baru juga akan dirancang untuk memanfaatkan energi baru dan terbarukan yang rendah emisi karbon seperti panel surya, gas atau PLTA. Gedung yang dibangun pun akan didesain secara hijau dengan menerapkan sistem manajemen untuk memanfaatkan air secara berulang serta pencahayaan yang lebih efisien. (Ay/Antara)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*