Sumber: kumparan.com

Jakarta, LiputanIslam.com– Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj mengungkapkan bahwa nasionalisme (rasa cinta tanah air) adalah bagian dari iman. Menurutnya, kedua hal itu tidak bisa dipisahkan dan harus dimiliki oleh setiap jiwa masyarakat Indonesia. Terlebih lagi bagi para kader partai politik atau politisi.

Demikian hal itu disampaikan Kiai Said pada acara Hari Lahir Partai Kebangkitan Bangsa (Harlah PKB) ke-21 di Jakarta, pada Selasa (23/7).

“Perbedaan agama dan suku tidak jadi masalah di Indonesia karena nasionalisme bagian dari iman. Anda seorang nasionalis harus beriman, Anda beriman harus nasionalis,” ucapnya.

Kiai Said juga menekankan akan pentingnya memiliki sikap toleransi dan akhlak mulia. “Kalau ada orang tidak toleran, berarti akhlaknya tidak beres. Yang toleran itulah yang akhlaknya mulia, insyaallah,” katanya.

Baca: KH Said Aqil Siroj: Islam yang Diperintah Allah Tekankan Kualitas

Seluruh elemen bangsa harus terus menjaga akhlak dan budaya. “Inilah sebuah bangsa dilihat dari budaya dan akhlaknya, jika budaya dan akhlaknya maju, itulah negara maju. Jika akhlak budaya hancur, maka bangsa itu hancur,” tandasnya. (aw/detik/tempo).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*