Sumber: nu.or.id

Bandung, LiputanIslam.com– Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Jawa Barat, KH Abun Bunyamin menanggapi soal hoaks, berita bohong dan fitnah yang seringkali muncul di masyarakat dan media sosial. Menurutnya, hoaks itu jika terus dibiarkan, maka akan merusak masyarakat, bangsa, dan sendi-sendi kehidupan.

Demikian hal itu ia sampaikan pada Dialog Kebangsaan yang bertema” Menjaga Nilai-nilai Demokrasi dan Menangkal Hoax Pasca Sengketa Pilpres 2019” di Bandung, Jawa Barat, pada Minggu (28/7).

“Kita sering terbius dengan berita-berita yang muncul di media sosial (medsos) seolah-olah benar, padahal itu hoaks yang sengaja diciptakan untuk membuat kekacauan,” ucapnya.

Kiai Abun mencontohkan bagaimana banyaknya dan bahayanya hoaks yang sengaja diciptakan oleh orang-orang tak bertanggungjawab pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 lalu. Hoaks berhasil membius dan mengacak-acak akal sehat masyarakat Indonesia. Hoaks memutar-balikkan fakta.

Sebenarnya, lanjut dia, hoaks bukanlah hal baru. Hoaks sudah ada sejak zaman Nabi Adam, bahkan Nabi Muhammad pun pernah menjadi korban hoaks kaum munafiq. Kala itu, ada musuh nabi yang menyebarkan bahwa istri Nabi Siti Aisyah telah berselingkuh. Kabar itu menjadi pemicu obrolan buruk bagi penduduk Arab saat itu.

Baca: Lawan Hoaks, Pancasila Harus Diterapkan dalam Bermedsos

Agama secara tegas melarang hoaks karena akan berdampak sangat buruk bagi nilai-nilai sosial kehidupan. “Artinya, yang menyebarkan hoaks sudah pasti mendapatkan dosa sementara yang melakukan kebaikan tentu mendapatkan pahala. Manusia beriman hanya akan berkata benar,” tandas Kiai Abun. (aw/NU/sinarsuryanews).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*