Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU), KH Said Aqil Siroj menyatakan bahwa kita bersyukur adanya semboyan ‘Hubbul Wathan Minal Iman’ (nasionalisme/cinta tanah air bagian dari iman) yang dicetuskan pendiri NU Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari.

“Kita bangsa Indonesia bersyukur karena telah selesai dalam memahami hubungan agama dan negara,” katanya saat berada di Hotel Mulia Senayan, Jakarta Pusat, pada Rabu (3/7).

Menurutnya, semboyan itu dan memahami maknanya membuat hubungan antara agama dan negara di Indonesia tidak lagi dipersoalkan. Upaya tidak membenturkan antara keduanya sangat penting karena hingga kini, tidak sedikit negara di Timur Tengah yang belum mampu menyelesaikan konflik dalam negerinya.

Di Timur Tengah banyak tokoh yang tidak mampu menggabungkan antara jiwa religiusitas dan nasionalismenya. Syekh Yusuf Qardhawi, Sayyid Qutb, dan dan Sayyid Sabiq merupakan seorang ulama, tapi tidak memiliki spirit nasionalis. Sebaliknya, sejumlah tokoh memiliki jiwa nasionalis, seperti Saddam Husein dan Muammar Khadafi, tetapi bukan ulama.

Kondisi berbeda terjadi di Indonesia, yakni seorang ulama sekaligus juga memiliki spirit nasionalisme yang tinggi. Ulama dan masyarakat Indonesia juga mampu menghormati kebudayaan, menghargai perbedaan, dan bersikap toleran terhadap agama, keyakinan, dan sejumlah keragaman bangsa.

“Semuanya nasionalis ulama. Ulama nasionalis. Semuanya saudara, kita ini satu bangsa,” ucapnya.

Baca: PBNU Imbau Seluruh Komponen Bangsa Rajut Kembali Persatuan

Seperti dilansir muslimmoderat.net, pada Rabu (3/7), ulama Al-Azhar Mesir Syekh Prof. Dr. Ibrahim Salah Elsayed Soliman Elhodhod saat berada di Banyuwangi Jawa Timur berpesan agar keragaman agama, suku dan bahasa di Indonesia terus dijaga. Jangan sampai hancur berantakan karena sikap ta’ashub umat Islam itu sendiri.

Kedamaian di Indonesia ini, mengingatkannya pada masa Nabi Muhammad tatkala hijrah ke Madinah. Semua umat hidup rukun di sana. (aw/republika/NU).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*