Sumber: republika.co.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyiapkan langkah antisipasi kekeringan yang terjadi akibat musim kemarau. Langkah antisipasi tersebut disiapkan untuk 12 provinsi.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air PUPR Hari Suprayogi menyebutkan, 12 provinsi yang tengah disiapkan adalah Yogyakarta, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Papua Barat, Gorontalo, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua, dan Jawa Timur.

Baca: 49 Desa di Pacitan Jatim Alami Kekeringan

“Kementerian PUPR telah membangun beberapa telaga untuk mereduksi kekeringan ekstrim. Selain itu juga dilakukan distribusi menggunakan mobil tangki air untuk daerah-daerah yang kritis air,” kata Suprayogi di Jakarta, Jumat (12/7).

Dia mengaku telah mengembangkan  jaringan irigasi air tanah di wilayah cadangan air tanah, percepatan penyelesaian 120 embung, revitalisasi 16 danau, pemeliharaan ratusan bendungan, dan pemantauan waduk.

Dia menuturkan, Kementerian PUPR telah melakukan pemantauan di 16 waduk utama, yaitu waduk Jatiluhur, Cirata, Saguling, Kedungombo, Batutegi, Wonogiri, Wadaslintang, Sutami, Bili-bili, Wonorejo, Cacaban, Kalola, Solorejo, Way Rarem, Batu Bulan, dan Ponre-ponre.

Langkah lainnya adalah menyiapkan pompa sentrifugal berkapasitas 16 liter per detik sebanyak 1.000 unit dan tersebar di 34 provinsi.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak kemarau akan terjadi pada bulan Agustus 2019. Hampir 52,9 persen wilayah Indonesia akan terpapar kekeringan. (sh/cnnindonesia/medcom)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*