Sumber: tribunnews.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengatakan saat ini pemerintah masih sulit untuk mengurangi volume impor garam untuk kebutuhan industri.

Direktur Industri Kimia Hulu dari Direktorat Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kemenperin Fridy Juwono menyampaikan, kapasitas garam lokal masih belum bisa memenuhi kebutuhan standar industri.

Baca: Luhut Sarankan Jokowi Setom Impor Garam

“Kalau sudah bisa memenuhi standar industri, mungkin secara bertahap kita kurangi impornya. Tapi, kalau belum, ya agak sulit juga,” ujar Fridy, Jumat (26/7).

Berdasarkan data Kemenperin, dari 2,7 juta ton garam yang dipasok untuk kebutuhan industri, 84 persennya masih menggunakan garam impor. Jadi, masih sangat sulit jika impor garam dihentikan secara menyeluruh.

Wakil Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Rachmat Hidayat menuturkan, suplai garam lokal belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan garam industri.

“Mungkin ya, maksudnya pemerintah itu ingin mengurangi secara berangsur. Bukan menyetop keseluruhan, saya rasa nggak mungkin,” kata dia.

Sementara itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, industri membutuhkan garam yang berkualitas tinggi. Untuk itu, dia mengaku, pihaknya tengah mengdorong peningkatan kualitas garam rakyat.

Dia menyebutkan, saat ini garam yang mendekati kualitas tinggi (K1) sudah mulai banyak terserap oleh industri.

“Sekarang kira-kira industri sudah menyerap garam dari masyarakat mendekati satu juta ton,” ucapnya. (sh/medcom/republika)

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*