Sumber: liputan6.com

Bogor, LiputanIslam.com— Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memberikan usul kepada Presiden Jokowi untuk menghentikan impor garam karena berdampak pada penurunan harga garam.

“Tadi saya saran ke presiden soal harga garam, supaya itu jangan lagi impor-impor kita, karena saya pikir itu membuat harga garam jadi turun. Apalagi impor pada waktu panen,” kata Luhut di Bogor, Selasa (22/7).

Baca: Sektor Industri RI Masih Bergantung pada Garam Impor

Luhut menyampaikan, pemerintah tidak perlu mengimpor garam, khususnya ketika memasuki masa panen. Sebab, jika itu dilakukan, maka maka pasokan garam dalam negeri akan melimpah dan membuat harga garam di petambak jatuh.

Dia menyebutkan, harga garam di Cirebon, Jawa Barat sempat menyentuh angka Rp400 per kilogram (kg), padahal normalnya Rp750-800 per kg.

“Karena saya pikir itu membuat harga garam jadi turun, apalagi impor pada waktu panen,” ujarnya.

Selain itu, dia menilai, impor garam akan menambah defisit perdagangan dan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) bagi Indonesia.

“Jadi dari situ kita lihat current account deficit kita mestinya sangat bagus sudah. Karena tahun 2023 – 2024 kita sudah ekspor USD 35 miliar dari sana,” ungkapnya.

Berdasarkan catatan Kementerian Perindustrian, kebutuhan garam nasional mencapai 3,7 juta ton. Dari jumlah tersebut, 2,7 juta tonnya merupakan garam yang dipasok untuk industri dan 80 persen garam industri masih dipasok impor. (sh/merdeka/cnnindonesia/republika)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*