Sumber: tribunnews.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Wakil Menteri Kementerian desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrassi (Kemendes PDTT) Budi Arie Setiadi menegaskan pihaknya memantau penyaluran dana desa yang digelontorkan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Jumlah desa yang digelontorkan oleh Kemenkeu itulah yang kita pantau,” kata Budi di Jakarta, Jumat (8/11).

Hal itu dia sampaikan menanggapi adanya perbedaan jumlah desa sejak kebijakan dana desa diterapkan. Pada tahun 2015, dana desa yang dikeluarkan sebesar Rp 20.677 triliun untuk 74.093 desa, pada 2016 dana desa sebesar Rp 46.98 triliun untuk 74.754 desa, dan pada 2017 sebesar Rp 60 triliun untuk 74.910 desa.

Baca: Pemerintah Siapkan Rp 400 Triliun untuk Program Dana Desa

Budi menjelaskan, selama ini dana desa telah dimanfaatkan dengan baik sesuai aturan. Selain itu, proses perencanaan pengalokasian dana desa dilakukan melalui kerja sama antar kementerian.  Jika ada keberatan terhadap desa0desa tertentu sesuai laporan masyarakat, maka akan dirapatkan di Kemeterian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

“Peran Kemendes PDTT dalam proses tersebut adalah menyediakan data APBDes seluruh desa, juga jumlah desa menurut status perkembangan desa (mandiri, maju, berkembang, tertinggal, dan sangat tertinggal,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar membantah adanya desa fiktif yang dianggap sebagai modus agar dana desa bisa diselewengkan.

“Harus kita samakan dulu persepsi pemahaman fiktif itu apa. Karena yang dimaksud fiktif itu sesuatu yang enggak ada. Kemudian dicukuri dana, dan dana enggak bisa dipertanggungjawabkan. Itu enggak ada,” ujar Abdul.

Dia menerangkan, dana desa selalu dievaluasi setiap dua kali dalam setahun. Penyaluran dana desa pun dilakukan secara bertahap. Pertama, dana desa disalurkan sebesar 20 persen dan 40 persen masing-masing pada tahap kedua dan ketiga.

Dia menyampaikan, dana desa tidak akan dicairkan jika desa tertentu tidak memenuhi syarat dan laporan tidak selesai.

“Tidak akan turun itu kalau laporan enggak selesai,” ucapnya. (sh/tempo/liputan6)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*