Sumber: sindonews.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Pemerintah akan menyediakan anggaran sebesar Rp 400 triliun untuk program dana desa selama lima tahun ke depan. Angka tersebut meningkat dibandingkan Pemerintahan Kabinet Kerja 2014-2019 sebesar Rp 257 triliun.

“Dari Rp257 triliun di periode pertama menjadi Rp400 trilun untuk lima tahun ke depan,” kata Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo, Senin (15/7).

Baca: Mendes: Dana Desa Tingkatkan Pendapatan Masyarakat

Eko mengatakan, presiden Joko Widodo (Jokowi) sengaja menambah alokasi anggaran program dana desa agar pemerataan ekonomi bisa tercapai, termasuk di pelosok-pelosok desa.

“Karena sesuai target RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional), kami harus mengentaskan ribuan desa tertinggal dan dana desa bisa membuktikan itu,” kata dia.

Dia menuturkan, program dana desa diperlukan untuk mengejar target pembentukan 6 ribu desa mandiri pada tahun ini. Pada awal tahun ini, setidaknya sudah tercipta sekitar 2.700 desa mandiri.

Dia menjelaskan, dalam empat tahun terakhir, dana desa banyak difokuskan untuk pembangunan infrastruktur desa. Pembangunan infrastruktur ini berdampak kepada pengurangan angka stunting.

“Kita sudah lihat impact-nya ke pengurangan stunting dan penurunan jumlah orang miskin. Lalu, BUMDes berhasil, yang bayar pajak lebih besar dari dana desanya dan pemberdayaan SDM,” jelasnya.

Menurutnya, dana desa perlu dilanjutkan karena memiliki pengaruh signifikan terhadap masyarakat. Dia juga mengklaim bahwa program dana desa menjadi contoh model bagi negara lain seperti Nigeria, Malaysia, dan Mozambik. (sh/tempo/medcom/cnnindonesia)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*