Sumber: republika.co.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Harga cabai di tingkat petani saat ini anjlok di tengah melimpahnya produksi cabai karena musim panen. Petani mengeluhkan rendahnya harga cabai karena tidak berbanding lurus dengan biaya produksi yang dikeluarkan.

Saat ini panen cabai masih berlangsung di Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan produksi cabai yang melimpah. Di Kabupaten Blitar rata-rata produksi cabai mencapai 250 ton per hari dan di Banyuwangi mencapai 130 ton per hari.

Baca: Petani Minta Harga Acuan Cabai Ditentukan

Akan tetapi, melimpahnya produksi cabai tidak selaras dengan meningkatnya pendapatan petani. Sejauh ini, harga pembelian cabai di tingkat petani anjlok di kisaran Rp 4.000-Rp 5.000 per kilogram (kg).

Sementara itu, harga cabai di tingkat konsumen justru masih tinggi. Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga cabai merah besar pada 16 Juni 2019 berada di rata-rata Rp 48.980 per kg atau naik sebesar 2,09 persen dibandingkan hari sebelumnya.

Sedangkan untuk harga cabai merah keriting terpantau berada di harga  rerata Rp 49.450 per kg.

Terkait hal ini, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kemendag Tjahya Widayanti mengatakan akan mengintruksikan BUMN untuk menyerap dan menyalurkan cabai petani.

“Saya baru dengar. Nanti saya instruksikan BUMN untuk serap dan salurkan ke daerah-daerah yang harga cabainya tinggi, seperti Papua,” kata dia, Minggu (16/6).

Dia menyampaikan, sejauh ini tidak ada kendala terkait jalur distribusi. ekanisme jalur distribusi melalui tengkulak, distributor, hingga ke pasar-pasar induk di setiap wilayah masih berjalan dengan mekanisme yang ada.

“Di jalur distribusi mereka nggak berani main-main lah, kartel seperti itu nggak ada,” ujarnya. (sh/republika/sindonews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*