Sumber: detik.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Petani mengeluhkan rendahnya harga pembelian cabai di tingkat petani di tengah berlangsunya panen. Harga cabai di tingkat petani sempat anjlok di kisaran Rp 4.000-Rp 5.000 per kilogram (kg).

Saat ini panen cabai masih terjadi di wilayah Kediri, Blitar, Malang, Tuban, Banyuwangi dan Mojokerto. Akan tetapi, harga cabai justru tertekan dan tidak sesuai dengan biaya produksi yang mahal. Untuk itu, petani meminta pemerintah untuk segera menentukan harga acuan pembelian.

Baca: Harga Cabai Jatuh, Petani Minta Bulog Segera Serap Cabai Petani

Ketua Serikat Petani Indonesia Henry Saragih mengatakan, sampai saat ini pemerintah belum mengatur harga acuan pembelian di tingkat petani. Padahal, pergerakan pembelian cabai petani telah dilakukan oleh negara tetangga, seperti Malaysia.

“Di Malaysia itu, pemerintahnya akan beli cabai petani kalau harga sudah di bawah 5 ringgit Malaysia. Maka harusnya pemerintah kita juga tentukan harga acuan, ” ujar Henry, Sabtu (15/6).

Dia menambahkan, jika Bulog berkomitmen melakukan penyerapan cabai petani, penyerapan tersebut harus diatur berdasarkan wilayah.

“Apakah yang diserap itu wilayah sentra produksi, atau wilayah apa? Nah ini yang saya lihat belum diperhitungkan pemerintah,” kata dia.

Ketua Paguyuban Petani Cabai Indonesia Kabupaten Kediri Provinsi Jawa Timur Suyono juga meminta Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk mengatur harga acuan pembelian. Sebab, harga pembelian cabai tidak sesuai dengan biaya produksinya.

Dia mengatakan, dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 63 Tahun 2016 disebutkan, penanggung jawab penyerapan cabai petani adalah Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) yang berada di bawah BUMN. Akan tetapi, dia menyayangkan karena belum ada pergerakan sama sekali.

“Selama ini sudah dibuatkan harga acuan, tetapi BUMN tidak bergerak sama sekali,” unkapnya.

Sebelumnya, jatuhnya harga cabai petani sudah diperkirakan. Berdasarkan data Kementerian Pertanian jumlah produksi cabai pada bulan ini akan mencapai 200 ribu ton. Angka itu berasal dari cabai rawit sebanyak 101.759 ton, dan cabai merah besar 115.357 ton.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Suwandi menyampaikan, produksi cabai sudah surplus, akan tetapi harganya di tingkat petani rendah.

“Iya sudah surplus dan harga di petani rendah,” ujarnya.

Menurutnya, untuk menstabilkan harga, kerja sama antar koperasi untuk saling membeli kelebihan produksi cabai perlu dilakukan.

“Solusi permanennya ya petani bersatu membentuk koperasi melayani hulu-hilir ke anggotanya, input, akses modal, kemitraan dengan industri,” jelasnya. (sh/republika/detik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*