Sumber: detik.com

Jakarta, LiputanIslam.com– Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) merespon era disrupsi yang berkembang saat ini dengan cara memperkuat gerakan literasi keagamaan di kalangan milenial (anak muda). Menurut Menag Fachrul Razi penguatan literasi itu penting agar para anak milenial itu tidak terjebak pada kegagapan dan paham radikal.

Hal itu disampaikan Menag Fachrul acara Dialog Deradikalisasi dan Peluncuran Aplikasi LOCALOV di kampus Universitas Indonesia (UI) Salemba, Jakarta pada Rabu (13/11).

“Pemerintah dan otoritas formal perlu mengembangkan strategi komunikasi yang utamanya ditujukan pada generasi milenial yang lebih rentan terhadap radikalisme,” ujarnya.

Menurutnya, di era disrupsi ini setiap tempat dan setiap waktu, kelompok muda dan tua dengan HP di tangan, mereka sibuk bermedia sosial (medsos). Karena itu, Menag memandang Kemenag perlu mengembangkan gerakan literasi keagamaan di kalangan milenial.

Baca: Wamenag Hadiri 100 Hari Wafat Mbah Moen

“Agar mereka melek agama yang semuanya bertujuan dalam rangka penguatan keberagaman yang moderat (tawassuth),” ungkapnya. (aw/detik/kemenag).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*