Sumber: kemenag.go.id

Rembang, LiputanIslam.com– Wakil Menteri Agama (Wamenag), Zainut Tauhid Sa’adi menghadiri acara tahlil dan doa memperingati 100 hari wafatnya Almaghfurlah KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) pada Rabu (13/11) malam. Pembacaan tahlil dan doa diikuti oleh ribuan santri dan masyarakat yang berlangsung di Kompleks Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang Rembang, Jawa Tengah.

Menurutnya, di Ponpes Al-Anwar inilah Mbah Moen seorang guru yang menjadi teladan menghabiskan hari-harinya dalam menanamkan nilai nilai Islam wasathiah kepada para santri dan umat Islam. Ia berdoa semoga Mbah Moen senantiasa berada di tempat yang mulia disisi Allah.

“Kita semua berdoa semoga almarhum almaghfurlah Mbah Moen senantiasa dianugerahi kebahagian, kemuliaan dan ditempatkan di surga bersama para kekasih Allah SWT,” doanya.

Zainut mengaku bahwa dirinya merupakan salah seorang santri Mbah Moen. “Secara fisik saya memang tidak pernah nyantri di Pondok pesantren Al Anwar. Namun saya diaku oleh Mbah Moen sebagai santrinya. Saya pernah berkhidmad dengan beliau selama 10 tahun saat menjadi sekretaris beliau di PPP,” ungkapnya.

Mbah Moen juga banyak memberikan contoh dan teladan dalam berpolitik.  “Dari beliau saya belajar politik yang moderat dan berkeadilan. Beliau di PPP adalah simbol perekat persatuan dan selalu memberikan solusi. Hampir  semua konflik di partai beliau yang mengurai dan menyelesaikannya. Beliau juga pandai menyenangkan hati semua orang,” tutur Zainut.

Baca: Sebanyak 37.650 Mahasiswa PTKI Terima Beasiswa Bidikmisi

Pada acara doa dan tahlil itu Rais Aam Pengurus Besar Nahdlathul Ulama (PBNU) KH Miftahul Akhyar, KH Mustofa Bisri, Habib Abu Bakar, Wakil Gubernur Jateng Muhammad Taj Yasin, Bupati Rembang, dan ribuan masyarakat Jawa Tengah. (aw/detik/kemenag).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*