Sumber: kemenag.go.id

Bekasi, LiputanIslam.com– Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) meminta para penghulu ikut memperkuat paham moderasi beragama di masyakarat. Sekjen Kemenag, M Nur Kholis Setiawan mengatakan bahwa penghulu sebagai rujukan masyarakat terhadap banyak persoalan sudah sepatutnya memberikan pemahaman yang moderat.

Demikian hal itu disampaikan Nur Kholis pada Penganugerahan Pemenang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dan Musabaqah Bahsul Kutub (MBK) Tingkat Nasional Tahun 2019 di Bekasi, Jawa Barat, seperti dilansir kemenag.go.id, pada Minggu (22/9).

“Penghulu merupakan tokoh yang tidak hanya menjadi rujukan ilmu keislaman, tetapi juga sebagai rujukan masalah-masalah yang terjadi di masyarakat,” ucapnya.

Sekjen Menag menjelaskan, berdasarkan hasil kajian literatur keislaman, setidaknya ada lima indikator seseorang dinilai moderat. Yaitu, keterbukaan/memiliki watak terbuka, mengedepankan nalar/intelektualitas, sadar limitasi/keterbatasan diri, memiliki rasa tawadhu/rendah diri, dan berpikir untuk kemanfaatan umat.

Baca: Indonesia-UEA Sepakat Kembangkan Islam Moderat

“Kita harus gali dari peradaban keislaman agar tugas-tugas kepenghuluan di lingkungan Ditjen Bimas Islam ini, moderasi beragama betul-betul memiliki legitimasi,” tambahnya. (aw/kemenag/bimasislam).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*