Sumber: ikhlasberamalnews.com

Abu Dhabi, LiputanIslam.com– Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Sekjen Kemenag), M Nur Kholis Setiawan mengatakan bahwa Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) sepakat bekerjasama mengembangkan Islam yang moderat (wasatiyah). Kedua negara punya pandangan yang sama bahwa radikalisme harus ditangkal.

“Alhamdulillah kita sudah saling sepakat tentang pentingnya pengembangan Islam Wasatiyah di kedua negara. Hal ini karena kedua negara mempunyai kepentingan yang sama untuk menangkal munculnya faham dan pemikiran keislaman yang esktrem dan radikal,” ujarnya saat berada di Abu Dhabi, UEA, pada Rabu (18/9).

Menurut Nur Kholis, paham yang ekstrem dan radikal tidak sesuai dengan karakter dan budaya masyarakat kedua negara. “Karenanya, kita sepakat untuk saling bertukar informasi tentang praktik baik dan model pengarusutamaan Islam Wasatiyah (moderat) di masyarakat,” ucapnya.

Sementara Direktur Al Markaz Al Rasmiy Lil Ifta (Pusat Fatwa) UEA, Mrs. Syammah Addakhiri menjelaskan konsep strategi teknis implementasi Islam Wasatiyah di UEA. Menurutnya, lembaganya mempunyai otoritas untuk memproduksi konten-konten keagamaan Islam dan mendiseminasinya kepada masyarakat melalui masjid dan juga media elektronik. Masyarakat dapat dengan mudah mengakses konten-konten keislaman, seperti naskah Khutbah Jum’at dan sebagainya.

Baca: Abdul Mu’ti: Kelompok Moderat Jangan Diam

“Juga memberikan layanan konsultasi keagamaan kepada masyarakat melalui berbagai channel, mulai dari telpon, pesan singkat SMS, email, dan media sosial lainnya,” terangnya. (aw/kemenag/faktualnews).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*