Sumber: bimasislam.kemenag.go.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Kementerian Agama (Kemenag) akan mempelajari rancangan qanun aturan poligami yang dibuat oleh pemerintah daerah Aceh. Dirjen Binmas Kemenag, Muhamadiyah Amin mengaku bahwa pihaknya sudah menerima rancangan qanun tersebut.

“Kami juga sudah dapat rancangannya, memang kan kalau itu bersifat di Aceh saja, tapi lebih lanjut akan dibahas lebih jauh dengan pihak Kementerian Agama,” katanya di Jakarta pada Minggu (7/7) malam.

Menurutnya, setiap aturan yang dibuat daerah harus sesuai dengan undang-undang.
“Bagaimanapun juga kan tetap menginduk pada aturan nasional kita Undang-undang nomor 1 tahun 1974, saya kira masih panjang itu, tidak secepatnya,” ucapnya.

“Pasti kita akan duduk bersama untuk mempelajari itu, karena jangan sampai dibuat semua daerah istimewa yang ada di Indonesia membuat aturan tersendiri, padahal ada aturan yang lebih besar yaitu negara kita,” imbuhnya.

Sementara Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi, Masduki Baidlowi mengatakan bahwa soal qanun itu adalah hak pemerintah Aceh sebagai wilayah otonom khusus. Namun ia mengingatkan bahwa Islam menekankan pentingnya agar suami berlaku adil kepada istri.

“Kalau MUI sikapnya itu lebih bagaimana agar keluarga itu terutama bapak harus hati-hati dan bertanggung jawab karena prinsip orang beristri lebih dari satu itu yang ditekankan oleh Allah itu justru keadilan,” ucapnya.

“Kalau dikhawatirkan tidak bisa berbuat adil, maka istrinya satu saja. Itu penekanan di dalam Alquran seperti itu” tambahnya.

Baca: Bupati Sarkawi Lantik Pengurus Majelis Adat Aceh Gayo

Saat ini Pemerintah Provinsi dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) tengah menggodok rancangan Qanun Hukum Keluarga, yang salah satu babnya membahas poligami. Wakil Ketua Komisi VII DPR Aceh, Musannif mengatakan qanun tersebut dibuat atas dasar banyaknya perempuan yang dinikahi siri.

“Selama ini kan karena diperbolehkan oleh hukum Islam, marak terjadi kawin siri yang kita tahu. Maka dengan marak terjadinya kawin siri ini pertanggungjawaban kepada Tuhan maupun anak yang dilahirkan ini kan lemah,” katanya. (aw/detik/tribun).

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*