Sisa-sisa drone Yaman yang menyerang fasilitas minyak Aramco, Saudi. Sumber: AP

Riyadh,LiputanIslam.comWall Street Juornal melaporkan pada Kamis (19/9) kemarin, Pemerintah Arab Saudi telah meminta perusahaan minyak nasional Irak untuk mensuplai 20 juta barel minyak ke kerajaan akibat kurangnya stok pasca serangan ke fasilitas Aramco.

Namun, perusahaan minyak Aramco enggan mengomentari hal itu. Kepala deputi penjualan minyak Irak, Ali Nazar Shatar, menyebut tidak ada kontrak antara perusahan minyak Irak dengan perusahaan Saudi.

Baca: ICRC Sebut 75% Rakyat Yaman Tak Punya Akses Kesehatan

Serangan drone ke fasilitas minyak Saudi telah menurunkan separuh produksi minyak kerajaan. Kelompok perlawanan Yaman mengaku bertanggungjawab atas serangan tersebut. Namun, Arab Saudi dan Amerika menuduh Iran sebagai otak di balik kejadian tersebut.

Republik Islam Iran menolak tuduhan itu dan mengatakan Arab Saudi tidak memiliki bukti. Iran menekankan, Arab Saudi telah gagal menjelaskan mengapa sistem pertahanan kerajaan itu tidak bisa melumpuhkan serangan tersebut.

Presiden Amerika, Donald Trump, mengaku telah menjatuhkan sanksi terbaru kepada Iran atas dugaan terlibat dalam serangan ke fasilitas minyak Saudi. (fd/Sputnik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*