videoBukittinggi, LiputanIslam.com–Beredarnya video penyiksaan tujuh anak SD Trisula Perwari Bukitinggi , Sumatera Barat, terhadap seorang teman mereka, akhirnya mendapatkan perhatian dari Dinas Pendidikan setempat. Kepala Bidang TK dan SD Disdikpora Kota Bukittinggi menyatakan para siswa yang terlibat sudah saling meminta maaf dan kasus ini tidak dibawa ke ranah hukum.

Kepala Bidang TK dan SD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Erdi, menjelaskan bahwa kejadian bermula dari candaan siswi korban pemukulan. Ia disebut-sebut menghina orangtua salah satu siswa, dan karena itulah ia dipukul dan ditendangi teman-temannya bergantian.

“Mereka sudah dikumpulkan. Siswi yang menghina (orangtua siswa) sudah meminta maaf. Begitu juga 7 anak (yang menganiaya) itu,” tutur Erdi, seperti dikutip Detik.com (12/10).

Dalam video yang diunggah ke YouTube itu, tampak seorang siswi berjilbab berdiri di pojok kelas. Ia jadi sasaran pukulan dan tendangan teman-temannya. Berkali-kali ia menerima pukulan dan tendangan. Siswi korban pemukulan tak melawan. Ia hanya berusaha menangkis serangan teman-temannya yang datang bergelombang. Di akhir video, ia menangis tapi teman-temannya tetap memukul dan menendangnya. (baca: Mencegah Anak Jadi Pelaku Kekerasan)

Para siswa pelaku pemukulan terlihat tidak merasa bersalah. Mereka sempat menampakkan mukanya ke kamera sambil tersenyum. Kemudian diketahui, kejadian itu berlangsung dalam mata pelajaran agama. Guru agama yang seharusnya mengajar tidak ada di tempat karena mengajar di sekolah lain.(dw)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL