Sumber: ekonomi.bisnis.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat upah riil buruh tani dan bangunan pada Juni 2019 mengalami penurunan. Upah riil ini menggambarkan daya beli dari pendapatan yang diterima.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, upah riil buruh tani turun dari Rp 38.154 per hari pada Mei 2019 menjadi Rp 38.004 per hari pada Juni 2019. Sedangkan, upah nominal harian buruh tani nasional pada Juni dari Rp 54.056 menjadi Rp 54.152 per hari. Upah nominal adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh.

Baca: Daya Beli Petani dan Buruh Bangunan Turun Lagi

“Tak ada kenaikan yang signifikan, upah buruh tani di Juni naik hanya 0,18 persen menjadi Rp 54.152 per hari,” kata Suhariyanto, Senin (15/7).

Suhariyanto menuturkan, angka tersebut menunjukkan bahwa pendapatan buruh naik, tapi daya belinya lemah. Dengan kata lain, buruh hanya bisa membeli barang yang lebih sedikit dibandingkan bulan sebelumnya.

“Secara nominal memang ada kenaikan, tapi kalau menghitung secara riil ya turun karena ada inflasi,” tuturnya.

Selain itu, upah nominal buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Juni 2019 naik  dari Rp 88.664 per hari menjadi Rp 88.708 per hari. Sedangkan upah riil harian buruh bangunan turun 0,5 persen, dari Rp 64.530 menjadi Rp 64.207 per hari.

Adapun rata-rata upah nominal pembantu rumah tangga pada Juni 2019  naik 0,91 persen, dari Rp 408.543 menjadi Rp 413.270 per bulan. Upah buruh riil tersebut naik 0,35 persen menjadi Rp 299.124 per bulan, dari sebelumnya Rp 298.066 per bulan.

“Tentu hal-hal seperti ini perlu diawasi oleh pemerintah,” ucapnya. (sh/kumparan/cnnindonesia)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*