Sumber: kompas.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat daya beli buruh tani dan bangunan pada Mei 2019 mengalami penurunan. Hal ini terlihat dari adanya penurunan upah riil buruh tani dan bangunan.

Berdasarkan data BPS, upah riil buruh tani turun 0,39 persen dari Rp 38.305 per hari menjadi Rp 38.154 per hari. Sedangkan, upah riil buruh bangunan tercatat turun 0,68 persendari Rp 64.969 per hari menjadi Rp 64.530 per hari.

Baca: Harga Gabah Anjlok, Daya Beli Petani Ikut Turun

Kepala BPS Suhariyanto menilai, penurunan daya beli terjadi karena upah nominal yang diterima buruh tani hanya meningkat 0,19 persen, yaitu dari Rp 53.952 per hari menjadi Rp 54.056 per hari. Sedangkan tingkat inflasi di pedesaan sebesar 0,59 persen sehingga membebani daya beli petani.

“Peningkatan upah sedikit, sedangkan inflasi desa mencapai 0,59 persen pada bulan lalu. Jadi, upah riil turun 0,39 persen,” kata Suhariyanto di Jakarta, Senin (24/6).

Sebagai informasi, upah riil dihitung dengan membagi upah nominal terhadap Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) pedesaan untuk buruh tani serta terhadap Indeks Harga Konsumen (IHK) umum perkotaan untuk buruh bangunan.

Upah riil menggambarkan daya beli dari pendapatan yang diterima buruh atau pekerja. Kondisi saat ini cukup mengkhawatirkan karena upah riil buruh tani maupun upah riil burh bangunan terus mengalami penurunan sejak Februari 2019. (sh/cnnindonesia/cnbcindonesia)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*