Sumber: Detik

LiputanIslam.com — Wakil Presiden Jusuf Kalla mendukung Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor untuk mengajarkan ilmu wirausaha guna meningkatkan kegiatan perekonomian syariah.

“Gontor yang menjadi pelopor perubahan-perubahan pesantren menjadi lebih modern, lebih menguasai zaman, harus melanjutkan pola pendidikan yang mengajarkan tentang bagaimana belajar berusaha, mandiri lebih baik, untuk mencapai masyarakat yang lebih baik,” kata Wapres JK saat mengunjungi Pondok Pesantren Modern Darussalam di Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (3/10).

Ia menambahkan, dengan menerapkan pendidikan kewirausahaan secara syariah di lingkungan pesantren, maka jumlah pengusaha Islam di Indonesia akan semakin banyak.

Wapres menyarankan agar ustaz dan ustazah di sekolah pesantren untuk tidak mempersempit pengajaran ekonomi syariah.

“Ekonomi syariah itu hanya istilah. Selama dia tidak haram, ya dia syariah, dia ekonomi Islam. Karena kalau semua kita persulit ekonomi syariah itu, maka kita mempersulit kehidupan kita sendiri,” ujarnya.

Sementara, Bank Indonesia (BI) mengatakan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk membangkitkan ekonomi syariah mengingat ekonomi tersebut bisa menjadi sumber pertumbuhan baru di tengah perekonomian dunia yang tidak stabil.

Baca juga: Kembangkan Ekonomi Syariah, Pemerintah Bangun BLK Pesantren

“Sekarang waktunya kita bangkitkan ekonomi syariah,” kata Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi ketika membuka Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia 2019 di Banjarmasin, Kamis malam.

Menurutnya, tren di dunia kini yang menjadikan ekonomi dan keuangan syariah dapat menjadi sumber pertumbuhan baru. Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia harus menjadi produsen maupun penyedia jasa (pariwisata) halal yang dapat berkontribusi pada peningkatan ekspor dan devisa serta mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi. (Ay/Antara)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*