Perdana Menteri Israel. Sumber: Presstv

Tel Aviv,LiputanIslam.com—Jaksa Agung Israel telah mengajukan dakwaannya secara resmi terkait kasus Perdana Menteri Benjamin Netanyahu ke parlemen Israel (Knesset). Total 333 saksi yang akan dihadirkan, meliputi mantan pembantu dan teman-teman Netanyahu.

Jaksa Agung Avichai Mandelbit telah mengirim dakwaannya pada Senin (2/12) kemarin ke Knesset dan memberikan waktu bagi Perdana Menteri selama 30 hari untuk meyakinkan kebal dari proses hukum.

Mandelbit mengatakan, persidangan Netanyahu akan berlangsung di Pengadilan Distrik Yerussalem al-Quds dengan waktu yang belum ditentukan.

Baca: Lieberman Tak Sudi Berkoalisi dengan Netanyahu atau Gantz

Perdana Menteri Netanyahu didakwa telah melakukan beberapa tindak kejahatan seperti suap, penipuan, dan pelanggaran dalam tiga kasus korupsi. Tiga kasus ini masing-masing disebut dengan Kasus 4.000, 2.000, dan 1.000.

Penasehat hukum utama Knesset telah mengatur bahwa Komite Dalam Negeri Knesset harus memutuskan apakah Perdana Menteri Netanyahu kebal dari proses hukum atau tidak.

Di sisi lain, Komite Dalam Negeri masih belum berfungsi akibat krisis politik yang kini melanda Israel. Baik Netanyahu atau pun rivalnya Benny Gantz, sama-sama belum berhasil merebut suara mayoritas sebagai syarat terbentuknya pemerintahan.

Melalui akun Twitternya, Netanyahu sempat berkomentar, “ Jika kasus itu memang benar ada, Anda tidak memerlukan 333 saksi. Namun, jika kasus itu tidak benar, 333 saksi pun tidak akan berguna sama sekali.”

Krisis politik di Israel nantikan akan memaksa negara itu untuk menggelar pemilihan umum yang ketiga. Dampaknya, Netanyahu tidak hanya bisa menggunakan kesempatan ini untuk mengulur-ulur waktu, tapi juga bisa menarik simpati dari parlemen, dan menaikkan elektabilitasnya. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*