TelAviv,LiputanIslaml.com-Di tengah kebuntuan politik di dalam Rezim Zionis dan potensi diadakannya pemilu ketiga pada tahun ini, pemimpin partai Yisrael Beiteinu bersikeras tak akan berkoalisi dengan partai Likud atau Blue and White.

Hal ini ditegaskan Avigdor Lieberman pada Senin malam (2/12). Mantan menteri perang Israe ini, yang dipandang pakar politik sebagai poin penentu pembentukan kabinet Rezim Zionis, menyatakan, selama Benyamin Netanyahu (pemimpin Likud) dan Benny Gantz (pemimpin Blue and White) belum bersepakat untuk membentuk kabinet, dia tak sudi berkoalisi dengan mereka.

Baca: Israel Minta AS Jalinkan Perjanjian Non-Agresi dengan Negara-Negara Arab Teluk

Dikutip dari Times of Israel, Lieberman menarik statemen sebelumnya bahwa dia akan sama-sama mendukung Netanyahu dan Gantz untuk menjadi perdana menteri. Ia menegaskan, keputusan ini hanya berlaku jika Likud dan Blue and White bergabung untuk membentuk kabinet.

Sebelum ini, Lieberman juga mengaku tak akan bergabung dengan partai manapun yang berafiliasi kepada Netanyahu atau Gantz. Dengan diumumkannya pendirian tersebut, kemungkinan diadakannya pemilu ketiga dalam satu tahun terakhir di Israel kian menguat.

Komite pusat pemilu Israel pada hari ini mengumumkan, jika kabinet belum terbentuk hingga waktu yang ditentukan, pemilu baru di Israel akan diadakan pada 25 Februari 2020.

Meski demikian, berdasarkan jajak pendapat terbaru, pemilu baru ini juga tak akan bisa menyelesaikan kebuntuan politik di Israel. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*