Gaza,LiputanIslam.com—Pemerintah Israel secara aktif telah memaksa rakyat Palestina untuk meninggalkan Jalur Gaza. Hal ini dilakukan dengan cara, salah satunya, meminta sejumlah negara Eropa dan Timur tengah untuk menerima mereka dan bahkan pemerintah Israel menawarkan penerbangan gratis.

Minggu ini, Seorang pejabat senior yang enggan menyebutkan namanya sedang menemani PM Netanyahu melakukan kunjungan diplomatik ke Ukraina. Kepada para wartawan ia menyampaikan, Senin (19/8), bahwa Israel sedang menghubungi tiga negara untuk melihat apakah mereka mau menampung orang-orang Palestina di Jalur Gaza.

Ia menambahkan, bahkan pemerintah Israel berencana untuk mengatur transportasi untuk mereka, setidaknya di salah satu bandara di Negev.

Namun, hingga saat ini, Israel belum menemukan satu negara pun yang siap menerima rencana pemerintah Israel ini.

Baca: 30 Warga Gaza Dilaporkan Terluka Oleh Tentara Israel

Pemerintah Israel telah memberlakukan blokade atas Jalur Gaza sejak 12 tahun silam. Blokade itu telah menghancurkan infrastruktur, ekonomi, fasilitas kesehatan, dan bahkan kehidupan rakyat Palestina. Atas dasar itu, banyak rakyat Palestina di Gaza memilih pergi meninggalkan wilayah itu. Anehnya, pemerintah Israel justru mengklaim orang-orang Gaza pergi karena keinginan mereka sendiri.

Pada 2018 saja, tercatat 35.000 orang pergi meninggalkan Jalur Gaza yang mencekam karena blokade Israel. (fd/Memo)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*