Sumber: IFEX

Tepi Barat,LiputanIslam.com—Puluhan jurnalis Palestina di Tepi Barat terpaksa menghirup gas air mata usai pasukan Israel menembakkan gas tersebut dalam skala besar ke arah mereka.

Sumber-sumber lokal yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa pasukan Israel telah menembakkan sejumlah besar tabung gas air mata ke arah sejumlah jurnalis.

Para jurnalis ini berkumpul pada Minggu (17/11) di gerbang sebelah utara Bethlehem, 10 kilometer sebelah selatan Yerussalem al-Quds, untuk menunjukkan solidaritas mereka kepada seorang jurnalis, Muaadh Amarneh, yang kehilangan satu mata akibat tembakan pasukan Israel saat hendak meliput bentrokan antara para pemuda dengan pasukan Israel di Kota Surif.

Sumber-sumber yang sama menyebutkan, pasukan Israel juga telah menangkap dua orang jurnalis, Hamad Taqateqa dan Ahmed Tannouh, yang dikabarkan terlibat dalam aksi solidaritas tersebut.

Baca: Israel Lakukan 600 Pelanggaran terhadap Jurnalis Palestina

Menurut laporan dari Sindikat Jurnalis Palestina (PJS), pasukan Israel telah berulangkali melakukan aksi semena-mena terhadap para jurnalis.

Laporan itu menyebut, terhitung sejak Oktober 2018 hingga Oktober 2019, pasukan Israel telah menembak 60 jurnalis dan menyebabkan luka serius. 43 Jurnalis terkena serangan granat suara yang dilemparkan langsung ke arah mereka.

“Lebih dari 170 jurnalis telah dipukul, ditahan, dan dilarang meliput kejadian,” terang laporan itu.

Lebih jauh laporan itu menyebutkan 10 jurnalis kembali ditahan, menambah daftar jurnalis di penjara Israel yang kini mencapai 18 orang. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*