New York, LiputanIslam.com–Komite Dukungan Jurnalis Palestina (CSPJ) menyebut pelanggaran militer Israel terhadap jurnalis Palestina sejak awal tahun ini mencapai angka 637.

Pelanggaran yang dimaksud adalah tindakan represif, seperti pembunuhan, penyitaan alat peliputan, pemanjangan masa tahanan, pelarangan beperjalanan, dan lain sebagainya.

Komite asal New York, AS, ini merilis pernyataan pada Selasa (25/9/18) yang salah satunya menyebut jurnalis Palestina bernama Ahmed Abu Hussein dan Yasser Murtaja yang tewas akibat tembakan dari tentara Israel ketika sedang meliput aksi protes di perbatasan Gaza.

Menurut data dari CSPJ, bulan Agustus 2018 merupakan bulan dengan angka pelanggaran Israel tertinggi terhadap jurnalis Palestina, yaitu mencapai angka 129.

Pelanggaran pada bulan Agustus kebanyakan terjadi di Jalur Gaza, di mana para wartawan menjadi target tembakan dan gas air mata selama aksi demo “The Great March of Return”.

CSPJ juga mengaku telah mengumpulkan 82 kasus penahanan, 53 kasus pemanjangan masa tahanan, 83 kasus penolakan izin peliputan, 31 kasus penyitaan alat-alat media seperti kamera dan kartu pres, serta 6 kasus pelarangan perjalanan.

Selain itu, terdapat juga 7 kasus provokasi dan 35 kasus penutupan paksa institusi media dan kantor berita.

CSPJ pun menyampaikan kekecewaan dan kecaman mereka kepada tentara Israel yang menargetkan jurnalis Palestina. Sebab, para jurnalis ini menjalankan misi “mulia” dengan membuka tabir kebenaran dan mengekspos kejahatan yang dilakukan terhadap negara Palestina. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*