Sumber: Presstv

Tehran, LiputanIslam. Com—Seorang pejabat tinggi Iran,  Ali Samkhani,  mengatakan Iran tidak akan membiarkan serangan terhadap tankernya yang berlayar di Laut Merah berlalu begitu saja.

“Pembajakan dan perampokan di perairan internasional dilakukan untuk membuat situasi pelayaran semakin mencekam dan itu tidak akan berlalu begitu saja,” ucap Sekretaris Dewan Tertinggi Keamanan Nasional Iran (SNSC), Ali Shamkhani, pada Sabtu (12/10).

Pada Jumat, Perusahaan Tanker Nasional Iran (NITC) melaporkan bahwa kapal tanker SABITI telah dihantam oleh dua ledakan terpisah di dekat kota pelabuhan Saudi, Jeddah. Ledakan itu menyebabkan tumpahan minyak ke Laut Merah.  Tak lama usai insiden itu terjadi,  bocoran minyak berhasil dihentikan.

Shamkhani melaporkan bahwa pemerintahnya telah membentuk tim untuk menyelidiki serangan terhadap kapal tanker SABITI yang menjadi sasaran dua rudal di lepas pantai Arab Saudi di Laut Merah.

“Dengan memeriksa gambar video yang tersedia dan informasi yang dikumpulkan dari insiden itu, petunjuk utama untuk petualangan berbahaya ini berhasil didapatkan,” tambah Shamkhani.

Pejabat keamanan tinggi itu mengingat hal buruk lainnya yang menimpa tanker minyak Iran di Laut Merah dalam beberapa bulan terakhir, merujuk pada tanker Happiness-1 dan Helm.

Happiness-1 mengalami “kegagalan mesin” di Jeddah pada 30 April dan kemudian dipindahkan ke kota pelabuhan Saudi untuk pemeliharaan. Saudi awalnya menolak untuk melepas tanker dan menuntut biaya pemeliharaan sekitar $ 10 juta sebelum melepaskannya pada 20 Juli.

“Menciptakan rasa tidak aman di perairan internasional akan membawa risiko yang mengkhawatirkan bagi ekonomi dunia, yang konsekuensinya akan menjadi tanggung jawab perencana, eksekutif dan pendukung tindakan provokatif seperti itu,” kata Shamkhani.

Baca: Diduga Kena Hantaman Rudal, Tanker Minyak Iran di Laut Merah Meledak

Ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin meningkat usai serangkaian ledakan mencurigakan menargetkan kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz awal tahun ini.

Juru bicara Pemerintah Iran, Ali Rabiei, pada Sabtu, menggambarkan serangan terhadap SABITI sebagai tindakan pengecut. Ia mengatakan Republik Islam akan merespon serangan itu setelah fakta-fakta terkait insiden telah berhasil diselidiki. (Fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*