Riyadh,LiputanIslam.com—Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) telah mengecam Arab Saudi dan pasukan pro-Riyadh karena telah mencegah empat kapal tanker minyak memasuki pelabuhan Hudaydah, Yaman.

Kantor PBB untuk Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan pada Kamis (27/7) bahwa kapal yang membawa lebih dari 71.000 ton bahan bakar telah dilarang oleh militer Saudi untuk memasuki pelabuhan Hudaydah. Kabarnya, sebagian bahan bakar ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan bulanan bahan bakar Yaman.

Juru bicara Ocha, Russell Geekie, mengatakan “ Membuka akses semua pelabuhan di Yaman sangatlah penting, terlebih di saat negara itu tengah dilanda berbagai krisis seperti kolera dan kelaparan.”

Tidak ada alasan yang jelas, mengapa akses masuk untuk kapal tanker itu ditutup.

Pelabuhan Hudaydah merupakan “gantungan hidup” untuk Yaman, sebuah negara penuh konflik yang 80 persen kebutuhannya bergantung pada impor.

Beberapa bulan lalu, Arab Saudi mengancam akan menyerang pelabuhan tersebut.

Pada Rabu lalu, PBB memperingatkan bahwa krisis yang melanda Yaman semakin menjadi-jadi dan telah menjadi yang terburuk di dunia. Meski begitu, agresi militer Saudi atas negara miskin tersebut tak kunjung berhenti.

Lebih dari 1.900 orang telah meninggal dunia akibat kolera dan sejak April kemarin, kasus pengidap kolera telah meningkat pesat menjadi 400.000 orang.

Arab Saudi telah memimpin kampanye militer melawan Yaman selama lebih dari dua tahun. Tujuannya adalah untuk menghancurkan gerakan Houthi dan menegakkan kembali kekuasaan mantan Presiden Yaman, Abd Rabbuh Mansur Hadi. Meski begitu, kampanye militer Saudi masih belum berhasil mencapai tujuannya.

Kampanye militer aliansi pimpinan Arab Saudi ini telah membunuh 12.000 warga Yaman termasuk perempuan dan anak-anak. Amerika dan Inggris merupakan negara pemasok senjara kepada Arab Saudi untuk melakukan kampanye militer tersebut. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL