Sumber: AP

Tehran,LiputanIslam.com—Selama beberapa bulan, Washington telah meningkatkan sanksinya terhadap Tehran semaksimal mungkin untuk memaksa Republik Islam memperbarui poin-poin yang tertulis dalam kesepakatan nuklir 2015 Iran (JCPOA).

Meski begitu, aktivitas ekonomi Iran masih tetap berjalan. Televisi resmi pemerintah Iran melaporkan, dua perusahaan Iran telah menandatangani kontrak senilai $440 juta dolar pada Minggu (15/9) untuk mengembangkan ladang gas di Teluk.

“Kontrak ini dan kontrak-kontrak yang akan datang menunjukkan bahwa kami tetap bekerja meski disanksi. Sanksi-sanksi itu tidak berhasil menghentikan kami dan kami tetap bisa aktif,” ucap Menteri Perminyakan Iran, Bijan Zanganeh.

Berdasarkan keterangan dari Menteri, kesepakatan yang dilakukan oleh dua pimpinan perusahaan, Pars Oil and Gas Company dan PetroPars untuk mengembangkan ladang gas “Balal” akan mengawali kesepakatan-kesepakatan lainnya.

“Penandatanganan kontrak ini hanyalah proses awal,” ucap Zanganeh, seperti dikutip oleh website Kementerian Perminyakan, Shana.

“Sanksi tidak akan mampu menghentikan progres dan perkembangan industri minyak Iran. Kami tidak bermaksud sombong, tapi Amerika tidak bisa menghentikan ekspor minyak Iran,” jelas menteri Iran tersebut.

Baca: Sanksi AS Terhadap Industri Minyak Iran Akan Goncang Stabilitas Pasar Minyak Global

Ladang gas “Balal” berada sekitar 90 kilometer sebelah selatan pulau Lavan di Teluk Persia.

Kesepakatan ini bermaksud ingin memproduksi sekitar 500 juta kubik gas setiap hari selama lebih dari 34 bulan. (fd/Sputnik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*